sosiologi kelas 10 SMAN 1 CIBINONG
B.Berbagai Bentuk Penerapan
Pengetahuan Sosiologi
Banyak sekali bidang kehidupan manusia yang membutuhkan bantuansosiologi.
Berikut ini diuraikan beberapa bentuk nyata penerapan pengetahuansosiologi
dalam kehidupan sehari-hari.
1.Penerapan Pengetahuan Sosiologi bagi Pembuat
Keputusan
Sebagai sebuah ilmu, kegiatan utama sosiologi adalah melakukan
penelitianilmiah. Yang hasilnya berupa informasi mengenai berbagai hal di
masyarakat.Misalnya, penelitian sosiologi
mengenai dampak perjudian bagi kehidupankeluarga miskin. Informasi yang
diperoleh menjadi dasar bagi pemerintah untuk membuat kebijaksanaan,.
- Di sinilah diperlukan bantuan pengetahuan sosiologi untuk
memecahkandampak sosial peristiwa tersebut.
pengetahuan sosiologisenantiasa turut berperan dalam berbagai
penanganan persoalan sehari-hari.Uraian di
atas menjelaskan bahwa pengetahuan sosiologi turut memberikanpemahaman terhadap persoalan yang terjadi.
Pemecahan persoalan tidak mungkin
dilakukan secara efektif tanpa didasari oleh pemahaman yangmendalam. Di
sinilah wujud nyata penerapan sosiologi.
2.Penerapan Pengetahuan Sosiologi dalam Mengatasi
Masalah Sosial
Masalah sosial adalah gejala-gejala yang berlangsung secara tidak normaldi
masyarakat. Suatu gejala sosial dikatakan tidak normal apabila unsur-unsurmasyarakat dan kebudayaan tidak berfungsi secara
harmonis, sehinggamenimbulkan
kekecewaan-kekecewaan dan penderitaan. Dalam keadaannormal, unsur-unsur itu terintegrasi secara
harmonis. Namun, dalam masyarakat yang mengalami perubahan,
biasanya ketidakharmonisan menyebabkantimbulnya kepincangan sosial. Masalah
sosial berkaitan dengan nilai dan normasosial, lembaga sosial, dan interaksi
sosial. Nilai sosial dan norma sosial menjadiukuran moral di dalam masyarakat,
sedangkan lembaga-lembaga kemasyarakat-an
sebagai saluran pemenuhan kebutuhan manusia. Masalah sosial mengganggukelestarian
fungsi-fungsi dalam masyarakat, berlawanan dengan hukum, danbersifat merusak,
sehingga perlu diatasi.Berbagai masalah sosial yang muncul antara lain
kejahatan, konflik antar-kelompok etnik, kemiskinan, pengangguran, penyakit,
perceraian, kejahatan,pelacuran, kenakalan
anak (delinkuen), dan lain-lain. Berikut dijelaskan beberapapersoalan
sosial yang menonjol di masyarakat.
a.Kemiskinan
Dalam masyarakat modern yang ru-mit,
kemiskinan menjadi masalah sosial.Kemiskinan dianggap sebagai kegagalan yang
disebabkan oleh tidak berfungsinyalembaga-lembaga
perekonomian. Ke-miskinan bagi
masyarakat modern jugabukan lagi diartikan sebagai kekuranganpangan, pakaian,
atau perumahan, me-lainkan diukur dengan tuntutan hidup yang
semakin tinggi. Orang-orang mo-dern merasa miskin apabila belum me-menuhi
berbagai kebutuhan hidupnya,baik kebutuhan pokok maupun bukan.Kemiskinan yang
menjadi pusat perhatian sosiologi terutama berkaitandengan kekurangan pangan
dan rendahnya tingkat kesejahteraan yang banyak dialami masyarakat. Untuk
mengentaskan masyarakat dari kemiskinan diperlu-kan berbagai upaya nyata, dan
agar upaya yang dilakukan tidak salah arah atausalah sasaran, perlu pengetahuan yang memadai mengenai masalah
kemiskinan yang dihadapi. Kemiskinan akibat kegagalan panen, tidak
sama dengankemiskinan akibat bencana alam. Untuk menerapkan cara dan langkah
yangtepat sesuai kenyataan yang ada, perlu penelitian sosiologis. Di sinilah
bentuk nyata penerapan pengetahuan sosiologi dalam upaya mengatasi
kemiskinan.
b.Kejahatan
Mengapa penebang liar bebas mem-babat hutan? Apa akibat yang akan tim-bul dan bagaimana cara mengatasi itu se-mua?
Pengetahuan sosiologi dapat mem-bantu memecahkannya.Kejahatan adalah bentuk masalahsosial tertua.
Kejahatan timbul karenaorang
berusaha memenuhi kebutuhan hi-dupnya dengan cara melanggar normahukum dan moral. Sementara itu, hukummengatur perilaku orang agar tidak merugikan
masyarakat.Tingkat kejahatan di masyarakat dipengaruhi oleh komposisi
penduduk dan konflik dalam masyarakat; baik konflik budaya, ekonomi,
maupun ras.Semakin pesat perubahan sosial di suatu masyarakat biasanya semakin
tinggipula angka kejahatan yang terjadi. Angka kejahatan di masyarakat
tradisiona
Penerapan Sosiologi dalam Kehidupan Masyarakat
relatif stabil. Sementara itu, di masyarakat industri modern yang sangat
cepatberubah memiliki angka kejahatan yang semakin tinggi, terutama di
kota-kotabesar.Di dalam masyarakat
pinggiran (tersisih) di kota-kota besar, banyak terjadikejahatan. Pada umumnya,
anak-anak sulit dididik untuk mematuhi hukumkarena mereka umumnya berasal dari
keluarga yang terpecah. Kalaupun keduaorang
tuanya masih lengkap, mereka mengalami konflik emosional dan masalahkesehatan
serta keuangan yang memengaruhi hubungan sosial dalam keluargamereka.
Daerah-daerah kumuh mengalami kekurangan sarana pendidikan,banyak pengangguran,
pemukiman padat dan tidak sehat, serta kurang ter-sedianya sarana rekreasi. Kondisi seperti ini membuat anak-anak lari ke
jalanan. Akhirnya, anak-anak terjerumus ke dalam peredaran narkoba,
perjudian, pen-curian, mabuk-mabukan, dan tindakan kekerasan. Petugas polisi
tidak banyak menjangkau daerah-daerah seperti ini dan kalaupun ada justru
masyarakat tidak bersikap kooperatif.Penyebab munculnya kejahatan, akibat
terjadinya kejahatan, dan langkah-langkah
mengatasinya merupakan persoalan sehari-hari yang dihadapimasyarakat.
Misalnya, korupsi sebagai salah satu bentuk kejahatan yang akhir-akhir ini menjadi sasaran perhatian pemerintah.
Tindakan jahat itu tidak semata-mata melanggar hukum, tetapi menurut
Selo Soemardjan, juga menyebabkanrusaknya
tatanan sosial. Untuk mengatasi kejahatan seperti ini diperlukanpengetahuan
yang cukup mengenai penyebab, akibat, dan langkah-langkah yang dapat
dilakukan. Di sinilah letak penerapan pengetahuan sosiologi dalammengatasi
kejahatan.
c.Peperangan
Masalah sosial yang paling me-rusak adalah peperangan.
Semakinmaju masyarakat, maka semakincanggih teknologi peperangan, se-hingga semakin
besar kerusakan yang ditimbulkan. Perang merupa-kan
wujud nyata adanya konflik terbuka
antara dua masyarakat ataulebih. Apabila konflik tidak menemu-kan jalan lain
untuk pemecahannya,maka perang dijadikan jalan keluar-nya. Apabila salah
satu pihak ada yang kalah, barulah terjadi ako-modasi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa perang senantiasa
menimbulkan berb-agai dampak buruk di
berbagai bidang kehidupan. Berbagai infrastruktur sos-ial ekonomi menjadi
rusak, kehidupan sosial menjadi porak-poranda, ber-bagai produk
kebudayaan hancur, dan banyak keluarga kehilangan anggotanya.
Perang sebagai bentuk konflik antarmasyarakat dapat dikaji sebab dan
pros-esnya secara sosiologis. Mengapa suatu masyarakat terjadi konflik; faktor
apa yang mendorong konflik tersebut; kemungkinan-kemungkinan apa saja
yangdapat ditempuh untuk menyelesaikan masalah itu; bagaimana pula cara
men-gatasi dampak yang diakibatkan? Semua itu memerlukan kajian sosiologi.
Sete-lah pengetahuan mengenai hal itu diperoleh, barulah langkah
mengatasinyadapat dilakukan.
d.Pelanggaran Norma
Norma-norma masyarakat mengatur perilaku setiap orang
agar tidak merugikan diri sendiri atau pihak lain. Setiap norma atau peraturan
didasarkanpada nilai-nilai sosial tertentu yang dijunjung tinggi oleh
masyarakat. Namun,sering terjadi warga masyarakat tidak mampu memenuhi tuntutan
moral yangada dan melakukan pelanggaran. Masalah sosial sebagai wujud
pelanggarannorma-norma masyarakat antara
lain berupa pelacuran, kenakalan anak,penyalahgunaan narkotika dan zat
adiktif (NAZA), dan homoseksualitas.Pelacuran merupakan bentuk pelanggaran
norma susila dan norma agama.Orang melacurkan diri karena beberapa sebab.
Secara kejiwaan, orang yangmelacurkan diri mungkin memiliki latar belakang masa
kanak-kanak yang tidak cukup kasih sayang. Secara ekonomi, mungkin mereka
terjepit oleh kebutuhanhidup, sementara tidak memiliki mata pencaharian lain
yang lebih baik. Adapunsecara sosial,
mungkin mereka dikecewakan oleh suami atau keluarganya. Selainmelanggar
kesusilaan dan ajaran agama, pelacuran juga menyebabkan penularanpenyakit
kelamin dan AIDS (
Acquired Immune Deficiency Syndrome
) yangsangat membahayakan. Penyakit kelamin dapat
menyebabkan kerusakan fungsireproduksi, dan
penyakit AIDS menyebabkan kerusakan sistem kekebalan tubuh.Delinkuen atau kenakalan anak-anak bentuknya
berupa pencurian,perampokan, pencopetan, penganiayaan, tindak asusila,
penggunaan obat-obat terlarang, dan kebut-kebutan di jalan raya. Kenakalan anak
timbul karenaberbagai sebab yang umumnya merupakan bentuk pelarian diri dari
kondisikeluarga dan lingkungan yang tidak
memuaskan. Anak-anak dari semuagolongan atau kelas sosial sama-sama
berpotensi berperilaku nakal. Kebutuhanekonomi yang tidak terpenuhi menjadi sebab
kenakalan anak-anak dari kelassosial bawah, sedangkan kurangnya kasih sayang
dan perhatian orang tuamenjadi penyebab kenakalan anak-anak dari kelas sosial
ekonomi atas.Narkotika dan Zat Adiktif
(NAZA) merupakan bahan-bahan yang biladikonsumsi
secara salah (diluar aturan kedokteran) dapat menimbulkan gangguansistem
syaraf. Bahan-bahan itu meliputi opium, kodein, morfin, dan heroin,serta turunannya. Dalam praktik kedokteran,
narkotika digunakan untuk menghilangkan
rasa sakit atau untuk membius pasien. Akan tetapi, penggunaannarkotika
secara berlebihan sehingga membuat orang berperilaku menyimpangtermasuk
pelanggaran norma. Demikian juga, mengonsumsi alkohol secaraberlebihan sehingga
membuat seseorang mabuk dan lupa diri juga pelanggaran
Penerapan Sosiologi dalam Kehidupan Masyarakat
norma. Apabila seseorang ketagihan alkohol (alkoholisme), maka
perilakunyaakan menyimpang dari norma-norma sosial. Mereka tidak saja merugikan
dirisendiri, tetapi juga membahayakan orang lain.Seorang pria diharapkan
menjalani peran sebagai pria atau ayah apabiladia berumah tangga. Wanita
diharapkan menjalani peran sebagai wanita, ibu,atau istri apabila berumah
tangga. Inilah pembagian peran yang lazim di dalammasyarakat. Oleh karena itu, apabila seseorang menjalani peran sebagaihomoseks, maka dia dianggap telah melanggar
norma-norma yang berhubungandengan perilaku seksual. Sebab, homoseksual berarti
perilaku yang mengutama-kan sesama jenis kelamin sebagai mitra seks.
Pria yang memilih sesama priasebagai
pasangannya disebut homoseks atau
gay
, sedangkan wanita yangmencintai wanita disebut
lesbian.Masalah-masalah yang timbul sebagai akibat pelanggaran nilai dan
normasosial seperti yang dijelaskan di atas juga perlu ditangani. Semakin
banyak masalah sosial terjadi, berarti semakin buruk kondisi masyarakat.
Pengetahuansosiologi sangat diperlukan dalam upaya-upaya ini.
e.Kependudukan
Suatu masyarakat dengan lajupertumbuhan terlalu
cepat dan per-sebaran tidak merata atau kualitaskesehatan dan pendidikan rendahmerupakan masalah sosial. Jumlahpenduduk
besar merupakan sumberdaya pembangunan.
Namun, bilapersebarannya menumpuk
padasuatu lokasi tertentu saja akan
men-gakibatkan berbagai persoalan sosial.Kesejahteraan penduduk menurunkarena lingkungan padat, kumuh,kurang sarana dan prasarana kehidu-pan, dan persaingan hidup terlalutinggi.
Untuk itu, berbagai upaya pengendalian pertumbuhan dilakukan. Upa- ya
tersebut dapat berupa program keluarga berencana, transmigrasi, dan
pen-ingkatan kesehatan serta mutu pendidikan.Semua
usaha itu memerlukan pengetahuan sosiologi sebelum dilaksanakan.Tidak
mungkin pemerintah dapat menyelenggarakan transmigrasi secara
baik jika tidak memiliki pengetahuan sosiologis yang cukup, seperti
pengetahuantentang berapa target jumlah penduduk yang harus dipindahkan dalam
setahun,daerah mana yang dapat menerimanya tanpa menimbulkan reaksi negatif
daripenduduk setempat, bagaimana cara terbaik agar tidak menimbulkan
reaksinegatif itu, dan jenis usaha apa yang dapat dikembangkan agar
transmigranbetah di lokasi. Di samping itu, membanjirnya penduduk dari desa ke
kota juga
persoalan kependudukan yang terjadi setiap hari. Bagaimana pula
menanganiini semua jika tidak melibatkan bantuan sosilogi? Sesungguhnya, bentuk
nyatapenerapan pengetahuan sosiologi dalam
masalah kependudukan sangatlahbanyak.
f.Lingkungan Hidup
Manusia hidup dalam suatu lingkung-an. Di dalam
lingkungan terdapat unsurmakhluk hidup dan benda-benda mati.Unsur makhluk hidup
terdiri atas manu-sia, hewan, dan organisme lain. Unsurbenda mati terdiri atas
air, udara, tanah,sinar matahari, dan lain-lain. Semua un-sur saling
berinteraksi dan saling meme-ngaruhi sehingga membentuk satu ke-satuan yang
disebut ekosistem. Apabilasemua unsur yang ada dalam ekosistemberfungsi
sebagaimana mestinya, makakehidupan akan
berjalan normal. Namunbila ada gangguan, maka kehidupan punakan
terganggu. Gangguan terhadap lingkungan hidup yang sering menjadimasalah sosial
adalah polusi atau pencemaran, baik pencemaran udara, pence-maran air,
pencemaran tanah, maupun pencemaran suara. Kehidupan sosialmanusia yang tidak
terlepas dari keberadaan lingkungan hidup akan sangatterpengaruh jika terjadi
pencemaran di lingkungannya. Oleh karena itu, pence-maran lingkungan dianggap
sebagai bagian dari masalah sosial.Tidak semua masalah lingkungan hidup
merupakan akibat dari persoalankemasyarakatan. Adakalanya disebabkan oleh unsur
nonsosial, misalnya letus-an gunung, gempa bumi, dan tsunami. Akan tetapi,
dampaknya selalu ber-hubungan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Oleh
karena itu, penye-lesaian persoalan lingkungan hidup tidak bisa lepas dari
peran sosiologi. Setiappersoalan lingkungan hidup membutuhkan kajian sosiologis
sebelum ditentu-kan cara terbaik untuk mengatasinya. Misalnya, penanganan
korban tsunamidi Aceh maupun gempa bumi di Yogyakarta dan Klaten. Penyebab
kedua ben-cana itu murni faktor alam. Akan tetapi, kerusakan dan penderitaan
yang di-akibatkannya menimpa manusia.Bencana tersebut mengakibatkan berupa
pemukiman penduduk, kerusa-kan prasarana transportasi pendidikan dan kesehatan,
sarana perekonomian,dan hilangnya mata pencaharian warga masyarakat. Untuk
memperbaiki itusemua diperlukan kajian sosiologis yang mendalam.
Penerapan Sosiologi dalam Kehidupan Masyarakat
g.Anak Jalanan
Kita sering melihat anak-anak usia sekolah mengamen di lampumerah di
perempatan jalan dan bisumum. Persoalan apa
yang sebenar-nya terjadi pada
kenyataan sosialtentang anak jalanan ini, mengapamereka turun ke jalan
dan mening-galkan kewajibannya belajar disekolah?
Bagaimana mereka bela- jar? Apa yang terjadi dengan keluar-ga mereka?Banyak faktor yang menyebab-kan
munculnya anak jalanan. Fak-tor-faktor utama yang menyebabkan anak-anak usia
sekolah memilih jalanansebagai lingkungan sosialnya adalah ekonomi, lingkungan
keluarga, lingkun-gan tempat tinggal, dan media massa. Dari beberapa
faktor-faktor tersebut,faktor ekonomilah yang sering digunakan alasan utama
anak-anak jalanan.Beberapa kasus
menunjukkan, bahwa seorang anak menjadi anak jalanan karenadisuruh dan
dipaksa oleh keluarganya. Mereka menjadi penopang ekonomikeluarga yang
seharusnya belum menjadi tanggung jawab mereka.Pada awal krisis ekonomi 1998,
maraknya anak jalanan pada saat itudianggap sebagai gejala sosial-ekonomi yang
bersifat sementara. Namun, padakenyataannya, jalanan menjadi pola atau cara
baru sekelompok orang untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Karena telah
menjadi pola baru dalam pe-menuhan
kebutuhan ekonomi, anak jalanan sulit untuk dihilangkan. Harus adaperubahan
yang mendasar dalam pembangunan ekonomi dan memberikankesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk beaktifitas dalam
bidangekonomi secara wajar. Di samping itu, perlu adanya penyadaran bahwa
budaya yang ada di jalanan tidak sesuai dengan nilai dan norma yang
dianut masyarakatumum.
3.Penerapan Pengetahuan Sosiologi dalam Perencanaan
Sosialdan Pembangunan
a.Perencanaan Sosial
Perencanaan sosial (
social engineering
) merupakan salah satu aspek pentingdalam kehidupan
sehari-hari masyarakat modern. Semakin maju suatu ma-syarakat, kesadaran akan
perencanaan sosial semakin tinggi. Masyarakat sudahmenyadari sepenuhnya bahwa
arah perubahan sosial dapat direkayasa Hal seperti ini berbeda dengan keyakinanmasyarakat pada masa lampau. Pada masaitu, orang menganggap bahwa perkembanganmasyarakat terjadi sebagai akibat
kekuatan-kekuatan dari luar kekuasaan manusia. Ma-syarakat hanya dapat pasif
menerima apa saja yang terjadi, tanpa perlu berbuat apa-apa. Akan
tetapi, kemajuan pengetahuan so-siologi
telah meyakinkan manusia bahwa per-ubahan sosial adalah hasil perbuatan manusia.Manusia secara individual maupun kolektif men- jadi
penggerak (agen) perubahan. Orang-orangbesar
dalam sejarah, misal para penemu dalamberbagai ilmu pengetahuan dan
tek-nologi,hingga para nabi adalah
individu-individu yangberpengaruh terhadap perubahan masyarakat.Di
samping itu, rakyat biasa, atau sekelompok mahasiswa dapat pula mengubah masyarakat. Gerakan sosial yang berujud
de-monstrasi ternyata efektif
mengarahkan perkembangan masyarakat. Hal ini mem-buktikan bahwa perubahan masyarakat adalah hasil dari perbuatan
manusia.Oleh karena itu, dapat direncanakan.Keyakinan bahwa perubahan
masyarakat dapat direncanakan telah mem-buat orang dengan sadar membuat
perencanaan sosial. Tentu saja tidak mudahmembuat rencana yang realistis
mengenai perkembangan masyarakat di masadatang. Banyak faktor yang harus
diperhatikan. Misalnya, terwujudnya masya-rakat adil dan makmur di masa depan
seperti yang dicita-citakan bangsa Indo-nesia. Untuk mewujudkan cita-cita itu
diperlukan rekayasa sosial dalam segalabidang.
Menurut Ogburn dan Nimkoff, ada beberapa syarat yang harus dipenuhiuntuk
melakukan perencanaan sosial. Syarat-syarat itu dijelaskan sebagai berikut.
1)Adanya ModernitasModernitas yang
diperlukan dalam perencanaan sosial harus menjiwaiberbagai sektor kehidupan
masyarakat. Sektor-sektor itu antara lain pereko-nomian, urbanisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta
sistemadministrasi. Perekonomian modern ditandai dengan penggunaan alat
transaksiberupa uang. Modernitas perekonomian dewasa ini juga diukur dari
pember-lakuan sistem ekonomi pasar bebas dan efisiensi pengelolaan badan
usaha.Modernitas juga harus menjangkau proses perubahan masyarakat tradisional(desa) menjadi masyarakat maju atau kota (urban).
Perubahan ini harusberlangsung teratur. Adanya modernitas juga ditandai
dengan perkembanganilmu pengetahuan dan teknologi. Semakin maju ilmu dan
teknologi, makasemakin modern masyarakat.
Sistem administrasi yang diterap






